Tips Mencintai Karya Sendiri



I’m writing by myself, dengan kata lain aku menulis dari diriku sendiri, dan untuk diriku sendiri. Untuk apa menulis kalau bukan meluangkan waktu dan menghibur diri, kebanyakan berhalu ria sih, tetapi pastinya ada yang mencurahkan perasaan dalam karyanya. Kadang ada juga yang seperti ini, mau melakukan apa aku kalau tidak menulis. Banyak dari penulis terkenal yang memotivasi orang lain dengan karyanya, hal itu memantik kita untuk bisa menulis lebih giat lagi sampai menjadi seperti mereka. Oleh karena itu, kita harus mencintai karya sendiri. Kedengarannya hal itu sulit untuk dilakukan.

Kenapa kita harus mencintai karya sendiri?

Nah, kalian pasti suka baca cerita meski itu cerita selalu berbau romance dan humor, karena sesuai sama posisi kalian atau karena kalian terhibur. Sebagai penulis tentu suka kalau ada banyak pembaca yang merespons ceritanya, terlepas dari itu apa kalian senang menulis cerita itu atau kalian hanya senang karena banyak pembaca? Kalau karena banyak pembaca sih bukan cinta namanya, seperti kita cinta sama dia yang sederhana, juga harus cinta dong sama karya sendiri meski tidak ada pembacanya. Pembaca bisa dicari, tetapi bagaimana dengan karya? 

Untuk kita merangkai kata itu sulit, apalagi saat banyak masalah, belum lagi kalau tidak ada waktu karena tugas menumpuk, apalagi ide belum datang. Kenapa kita tidak sayang sama cerita kita sendiri? Kita sudah mulai merangkai kata, pastinya butuh berpikir keras, dan menguras banyak perasaan.

Baca juga: 3 Tips Penting Membuat Tulisan Agar Menarik

Apa sih kak yang dimaksud mencintai karya sendiri?

Mencintai karya sendiri artinya kita menulis dengan ikhlas dan penuh totalitas. Pastinya menulis bukan hanya untuk disukai pembaca, terlepas dari itu kalian menulis dari perasaan kalian sendiri. Bagaimana tidak? Secara tidak langsung yang ditulis adalah sesuatu yang membuat penulisnya bahagia, keinginan yang tersimpan, perasaan yang dituangkan secara tidak langsung. Pembaca hanya  penyemangat untuk menulis. 

Banyak waktu yang direlakan untuk menulis, bahkan tak jarang penulis menyelipkan apa yang dialami ke dalamnya, apalagi mengasa pikiran untuk merangkai kata dan menumbuhkan rasa. Meski penulis tidak memperhatikan kaidah menulis, dan lain-lain selama ada kemauan untuk menyempurnakan karya berarti kalian sudah mencintai karya kalian. Lalu, bagaimana cara mencintai karya sendiri?

Tips Mencintai Karya Sendiri

1.Pusatkan Tujuan 

Apa sih tujuan kalian menulis? Awalnya iseng-iseng, gabut, berimajinasi, dll. Itu saja? Semakin ke sini menjadi hobi, ya. Lama-kelamaan terbiasa menulis cerita, sayang tidak ada yang baca. Nah, ini akhir dari semua penulis yang putus asa. Dari sekarang coba pusatkan tujuan, menulis bukan sekadar mencari pembaca dan membuat diri bahagia. Barangkali bisa menjadi penghasilan atau profesi. Pasti ada dari kalian yang ingin karyanya diterbitkan atau setidaknya dibukukan. Nah, coba dari sekarang mantapkan tujuan kalian menulis itu apa untuk bergerak lebih maju dan lebih dalam tentang menulis. Masa sih sudah melangkah sejauh ini mau berhenti dan mencari hobi lain? 

2.Totalitas 

Pernahkah kau mencintai sesuatu? 

Kalau pernah apa yang akan kau lakukan?

Sejatinya cinta adalah totalitas. Totalitas adalah keseluruhan, keutuhan, kesemestaan (menurut KBBI). Jadi, seseorang yang mencintai sesuatu atau seseorang, dia akan memberikan apa-apa yang ia dapat berikan semaksimal mungkin. Seseorang yang mencintai pekerjaannya, ia akan totalitas melakukannya.

Baca juga: Tips Membangkitkan Mood Menulis

Misalnya seorang penulis, tidak berfokus pada seberapa cinta orang lain terhadap tulisannya. Titik fokusnya terletak pada seberapa besar rasa cintanya untuk terus menulis. Inilah salah satu refleksi menulis dengan hati. Mengungkapkan rasa cinta dan kegembiraan. Pembaca juga bisa merasakan mana tulisan terpaksa dan mana tulisan penuh cinta. Totalitas biasanya dilandasi cinta, jadi kalau cinta pasti akan totalitas. Totalitas akan berbarengan dengan kontinuitas dan loyalitas. Jadi, kalau kita mencintai sesuatu, harus totalitas. Tidak berharap balasan, karena balasan akan sejalan sesuai dengan apa yang ditanam. Namun jika tidak, itulah ujian cinta.

3. Ketulusan 

"Menulislah setulus hati agar dirasakan hati yang lain."

Jarang penulis itu meminta imbalan dari novel yang diterbitkan, asal cerita sudah dibaca dan disukai pasti kalian sudah bahagia. Dalam menulis sendiri itu menguntungkan diri kita, terlebih menjadi tempat curahan hati dan pemikiran selama ini. Keinginan kita menulis juga sederhana, yaitu bahagia dan cerita kita dibaca. Karena itu menulislah tanpa meminta imbalan, karena dengan karya kau sudah menunjukkan dirimu sendiri pada dunia.

4. Imajinasi 

Imajinasikan keadaan dirimu dan lengkapi dengan pemanisnya atau hadirkan tokoh fiksi di dalamnya. Misal, kamu merasa terpuruk bayangkan kau sedang dalam ruang gelap, sendirian, merengkuh diri, dan menangis. Lalu, datangkan sosok fiksi yang menghiburmu dengan caranya. Ini seperti terapi menenangkan jiwa. Selain kamu menulis cerita, bebanmu akan terkurangi, lega.

Hal yang paling terpenting untuk seorang penulis adalah seberapa cinta orang lain terhadap tulisannya. Terlepas dari itu penulis memiliki rasa cinta yang lebih besar dari pembaca. Inilah salah satu refleksi menulis dengan hati. Mengungkapkan rasa cinta dan kegembiraan juga membuat pembaca merasakan besarnya rasa cinta dalam cerita tersebut. Tidak sekedar suka dan terhibur, karena cerita tersebut sesuai dengan kisah cinta, kehidupannya, atau membuatnya merasa bahagia. Namun, saat membaca ataupun menulisnya akan merasa lega. 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tips Mencintai Karya Sendiri"

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.