Perbedaan Puisi, Prosa, Prosais, dan Senandika

 

Hai Sobat Literasi, pasti tidak asing dengan puisi, prosa, prosais, dan senandika. Kalian pasti tahu dong kalau karya ini memiliki keindahan bahasa yang sama, bahkan sama-sama ungkapan perasaan atau gagasan penulis. Seringkali sulit dibedakan antara empat karya tersebut, bahkan di situasi tertentu mereka tak memiliki perbedaan. Perlu kita tahu kalau keempat jenis karya sastra ini memiliki ciri khas sendiri, lho.

Puisi, seperti yang kita ketahui ini merupakan karya sastra yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penyair secara imajinatif dan terikat oleh irama, rima, serta penyusunan larik dan bait. Puisi pun mengandung nilai konsep ajaran yang dianggap penting bagi kehidupan, ini tersirat dalam amanat yang disampaikan oleh penyairnya. Tentunya, bahasa pada puisi lebih sulit dipahami karena banyak kata dan tanda baca yang mendukung makna serta keindahan. Dalam puisi menggunakan bahasa yang kreatif, ekspresif, hingga memiliki sajak serta ritme agar memberikan irama yang unik. Puisi lebih bersifat kiasan. 


Lain halnya dengan prosa yang dalam karya sastra bisa disebut sebagai fiksi, teks, dan wacana naratif. Cerpen, cerbung, dan cerita mini merupakan contoh prosa. Terkait dengan itu pasti Sobat Literasi tahu kalau prosa memiliki unsur intrinsik seperti tema, alur, dan perwatakan. Prosa pun memiliki bahasa dan struktur yang biasa dan tidak terlalu bersifat ekspresif, sifat prosa pun pragmatis atau realistis. Prosa sendiri adalah gaya penulisan  biasa dalam sastra di mana penulisannya menggunakan kalimat tata bahasa yang membentuk paragraf, terkadang juga dialog.

Prosa dapat berupa fiksi atau non-fiksi, heroik, aliteratif, desa, polifonik, puisi prosa, dan lain-lain. Juga non-fiksi seperti biografi, otobiografi, memoar, esai, cerita pendek, dongeng, artikel, novel, blog, dan sebagainya menggunakan prosa untuk penulisan kreatif. Lalu, bagaimana jika perpaduan antara puisi dan prosa? Sobat Literasi pasti tak asing dengan prosais yang merupakan gabungan dari dua karya ini.


Prosais atau puisi prosa pada adalah puisi yang bersifat prosa, hemm penyebutannya yang tepat adalah puisi prosais. Menurut KBBI prosais berarti bersifat prosa, tentunya untuk puisi yang bersifat prosa kita menyebutnya puisi prosais. Dengan kata lain puisi prosais adalah prosa puitika yang ditulis dalam bentuk paragraf, puitika berarti memiliki sifat-sifat puitis. Nah, karena prosa sendiri adalah karangan bebas yang tidak terikat dengan aturan, jadi puisi prosais ini adalah puisi yang tidak terikat baris dalam sebuah paragraf. 

Namun, puisi prosais tetaplah mengandung ciri-ciri puisi seperti mengisahkan cerita secara padat, padu, dan indah, tetapi tetal menggunakan pilihan kata, larik, rima, dan ritme. Lalu, apa bedanya dengan senandika? Sobat Literasi pasti sudah tahu tentang senandika yang berarti wacana seorang tokoh dalam karya susastra dengan dirinya sendiri di dalam drama yang digunakan untuk mengungkapkan perasaan, firasat, dan konflik batin. Penulisan senandika sendiri dalam bentuk paragraf dan memiliki pilihan kata yang indah. Senandika ini biasa disebut dengan curhat indah, tetapi tidak selalu padat dan padu karena merupakan ungkapan hati secara murni.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Perbedaan Puisi, Prosa, Prosais, dan Senandika"

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.