3. Puisi Mendalam tentang Kehidupan

 


1. Tentang Bertahan

Kita sering menyebut hidup sebagai perjuangan,
padahal sebagian besar waktunya
hanya tentang bertahan tanpa tepuk tangan.

Tentang bangun pagi dengan tubuh lelah
dan harapan yang belum sepenuhnya pulih,
tentang tetap berjalan
meski tujuan terasa kabur.

Hidup tidak selalu meminta kita menang,
kadang ia hanya ingin kita
tidak menyerah hari ini.

Dan barangkali,
itulah bentuk keberanian paling sunyi
tetap tinggal
saat pergi terasa lebih mudah.


2. Usia yang Belajar Diam

Pada usia tertentu,
kita berhenti ingin selalu dipahami.
Kita belajar bahwa tidak semua luka
perlu dijelaskan,
dan tidak semua kesedihan
mencari pendengar.

Kita menyimpan banyak hal
di balik senyum yang sederhana,
bukan karena kuat,
tetapi karena lelah menjelaskan.

Hidup mengajarkan:
diam bukan selalu kalah,
kadang ia adalah cara paling dewasa
untuk menjaga diri tetap utuh.


3. Sementara

Segala sesuatu di hidup ini
datang dengan label sementara,
bahkan hal-hal yang kita kira
akan tinggal selamanya.

Kebahagiaan, kesedihan,
orang-orang yang kita genggam erat,
semuanya hanya singgah
dalam durasi yang berbeda.

Maka hidup bukan tentang memiliki,
melainkan tentang merawat
selama masih ada waktu.

Dan ketika sesuatu pergi,
kita belajar satu hal penting
tidak semua yang hilang
adalah kehilangan
sebagian adalah pelajaran
yang telah selesai.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "3. Puisi Mendalam tentang Kehidupan"

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.