Menulis cerpen (cerita pendek) sering terlihat sederhana karena bentuknya singkat. Namun, di balik cerita yang ringkas, ada proses berpikir, merancang, dan menyusun emosi agar pembaca bisa merasakan pengalaman yang utuh. Bagi pemula, menulis cerpen adalah langkah terbaik untuk mulai masuk ke dunia kepenulisan karena tidak membutuhkan alur panjang seperti novel.
Berikut langkah dasar yang bisa diikuti untuk mulai menulis cerpen.
1. Tentukan Ide Cerita
Semua cerita berawal dari ide. Ide bisa datang dari mana saja: pengalaman pribadi, kejadian sehari-hari, berita, mimpi, atau imajinasi.
Tips menemukan ide:
-
Perhatikan hal kecil di sekitar
-
Catat pengalaman menarik
-
Gunakan pertanyaan “bagaimana jika…?”
Contoh:
“Bagaimana jika seseorang menerima surat dari dirinya di masa depan?”
2. Tentukan Tema
Tema adalah inti cerita atau pesan utama yang ingin disampaikan. Tema membantu cerita tetap fokus.
Contoh tema:
-
Persahabatan
-
Kehilangan
-
Keluarga
-
Perjuangan hidup
-
Cinta
3. Buat Tokoh yang Jelas
Tokoh adalah penggerak cerita. Tanpa tokoh yang kuat, cerita akan terasa datar.
Hal yang perlu ditentukan:
-
Nama
-
Karakter (pemalu, tegas, ceria)
-
Tujuan tokoh
-
Masalah yang dihadapi
Pembaca biasanya terhubung dengan cerita melalui tokohnya.
4. Susun Alur Sederhana
Cerpen tidak membutuhkan alur yang rumit. Cukup gunakan struktur dasar:
-
Pembuka (pengenalan tokoh & situasi)
-
Konflik (masalah mulai muncul)
-
Klimaks (puncak masalah)
-
Penyelesaian (akhir cerita)
5. Tentukan Sudut Pandang
Sudut pandang memengaruhi cara cerita disampaikan.
Jenis umum:
-
Orang pertama: “Aku berjalan sendirian malam itu.”
-
Orang ketiga: “Ia berjalan sendirian malam itu.”
6. Gunakan Bahasa Sederhana tapi Hidup
Pemula sering terjebak ingin terlihat “indah” sehingga memakai kata rumit. Padahal, cerpen yang baik justru menggunakan bahasa yang jelas dan emosional.
Gunakan:
-
Dialog
-
Deskripsi singkat
-
Kata yang konkret
7. Tulis Dulu, Edit Belakangan
Kesalahan umum pemula adalah terlalu sering mengedit saat menulis. Akibatnya, cerita tidak selesai.
Langkah terbaik:
-
Tulis sampai selesai
-
Istirahat sebentar
-
Baca ulang dan perbaiki
8. Buat Ending yang Membekas
Cerpen yang kuat biasanya punya akhir yang meninggalkan kesan:
-
Twist
-
Haru
-
Menggantung
-
Reflektif
Ending tidak harus bahagia, tapi harus terasa “selesai”.
9. Baca dan Pelajari Cerpen Lain
Cara tercepat belajar menulis adalah membaca karya orang lain.
Perhatikan:
-
Cara membuka cerita
-
Cara membangun konflik
-
Cara menutup cerita
10. Konsisten Berlatih
Menulis adalah keterampilan. Semakin sering latihan, semakin berkembang.
Mulai dari:
-
1 cerpen pendek per minggu
-
Atau 1 halaman per hari
Tidak harus langsung bagus. Yang penting selesai.
Menulis cerpen bukan soal bakat, tetapi kebiasaan. Setiap penulis hebat pernah menjadi pemula yang terus belajar dari kesalahan. Jangan takut cerita terlihat sederhana, justru dari kesederhanaan itu kejujuran lahir.
Mulailah dari ide kecil, tulis sampai selesai, lalu ulangi lagi. Karena cerpen pertama bukan untuk menjadi sempurna, tapi untuk menjadi awal perjalanan sebagai penulis.
.png)

0 Response to "Langkah Dasar Menulis Cerpen untuk Pemula"
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.